NEWS UPDATE :  

Berita

Murid Bilingual Class SMP Islam Darussalam Palangka Raya Belajar Kepemimpinan Global Bersama Tokoh Muda Nigeria

Palangka Raya, 16 Mei 2026

Murid Bilingual Class SMP Islam Darussalam Palangka Raya kembali mendapatkan pengalaman belajar internasional melalui kegiatan diskusi daring bersama tokoh muda asal Nigeria, Itunuoluwa Bamidele. Dalam sesi tersebut, para siswa berdiskusi menggunakan bahasa Inggris mengenai kepemimpinan, pendidikan, budaya, serta pentingnya menjalani hidup dengan tujuan yang bermakna.

Bilingual Class sendiri merupakan salah satu ekstrakurikuler peminatan unggulan di SMP Islam Darussalam yang mulai berjalan sejak Agustus 2025. Program ini hadir sebagai wadah bagi peserta didik yang memiliki minat untuk meningkatkan kemampuan speaking bahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan global. Untuk mendukung kualitas pembelajaran, sekolah bekerja sama dengan tutor-tutor terbaik yang memiliki pengalaman dalam kegiatan dan pendidikan internasional. Pada kegiatan kali ini, sesi dipandu oleh salah satu tutor Bilingual Class, Ms. Sumarni, yang juga merupakan rekan Itunuoluwa Bamidele dalam program Mountaintop International Fellowship 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Itunuoluwa Bamidele membagikan cerita tentang sistem pendidikan di Nigeria, pengalaman kepemimpinan, hingga program pendidikan sosial Giddy2School Nigeria yang menjadi perhatian para siswa. Diskusi berlangsung hangat dan penuh rasa ingin tahu. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan pendidikan di Nigeria, budaya, makanan khas, sejarah, hingga kehidupan masyarakat di negara tersebut.

Melalui unggahan refleksinya di media sosial, Itunuoluwa mengaku kagum terhadap murid-murid SMP Islam Darussalam yang dinilainya mampu menciptakan ruang diskusi yang nyaman, terbuka, dan penuh empati. Ia juga menyoroti kemampuan berpikir mandiri para siswa dalam menyampaikan pertanyaan dan pandangan mereka selama diskusi berlangsung. Salah satu siswa bernama Ali tertarik membahas tantangan pendidikan di Nigeria, sementara siswa lainnya ingin mengetahui lebih banyak tentang budaya dan makanan khas negara tersebut.

Tidak hanya berbicara tentang pendidikan dan budaya, suasana diskusi juga terasa akrab ketika para siswa membahas makanan favorit seperti fried chicken hingga rasa penasaran mereka terhadap Nigerian Jollof Rice, makanan khas Nigeria yang diperkenalkan oleh Itunuoluwa dalam sesi tersebut.

Di akhir refleksinya, Itunuoluwa menyampaikan bahwa pengalaman bersama murid SMP Islam Darussalam menjadi pengingat pentingnya kepemimpinan yang empatik dalam dunia pendidikan. Menurutnya, mengajar bukan hanya tentang metode pembelajaran, tetapi juga tentang bagaimana seorang pendidik mampu memahami, mendengarkan, dan terhubung dengan peserta didiknya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen SMP Islam Darussalam Palangka Raya dalam menghadirkan pembelajaran yang mendunia, membangun karakter, dan membuka ruang kolaborasi internasional bagi peserta didik. Melalui Bilingual Class, sekolah berharap siswa tidak hanya berkembang dalam kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berpikiran terbuka, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang berempati serta berwawasan global.

 

Share to :
Kirim Pesan