| Klasifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Kingdom | Plantae |
| Divisi | Magnoliophyta |
| Kelas | Magnoliopsida |
| Ordo | Caryophyllales |
| Famili | Amaranthaceae |
| Genus | Alternanthera |
| Spesies | Alternanthera ficoidea (L.) P. Beauv. |
Nama umum: Joseph’s Coat, Calico Plant, Joyweed
Nama lokal di Indonesia: Krokot Putih, Bayam Hias, Bayam-Bayaman, Alternanthera
Krokot Putih (Alternanthera ficoidea) merupakan tanaman hias tropis yang dikenal karena keindahan warna daunnya yang beragam — terutama kombinasi putih, hijau muda, dan kekuningan. Tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman border atau penutup tanah (ground cover) di taman karena bentuknya yang rimbun dan mudah dibentuk.
Habitus: Herba menahun dengan tinggi 15–40 cm, tumbuh merumpun padat dan menyebar.
Batang: Bulat, lunak, berwarna hijau kekuningan hingga merah muda, dan bercabang banyak.
Daun:
Kecil, berbentuk lonjong hingga elips, panjang 2–4 cm.
Warna daun bervariasi — pada krokot putih dominan putih kehijauan atau putih kekuningan dengan sedikit semburat hijau di tepi.
Permukaan daun halus dan mengilap.
Bunga:
Kecil, berwarna putih, muncul di ketiak daun atau ujung batang.
Tidak mencolok karena ukurannya sangat kecil dibandingkan daunnya yang berwarna menarik.
Akar: Serabut, dangkal, menyebar luas di permukaan tanah.
Habitat: Tumbuh baik di daerah tropis dengan sinar matahari penuh hingga setengah teduh.
Perbanyakan: Melalui stek batang (paling umum) atau biji.
Krokot putih sangat populer sebagai tanaman taman karena keindahan warna daunnya yang kontras dan cerah.
Sering digunakan sebagai:
Border (pembatas taman atau jalan setapak).
Tanaman penutup tanah (ground cover).
Tanaman mozaik taman, dikombinasikan dengan varietas berdaun merah, kuning, atau hijau tua.
Mudah dibentuk dan dipangkas sesuai pola desain taman.
Karena tumbuh rapat dan menjalar, krokot putih membantu mencegah erosi tanah, terutama di area miring atau tepi taman.
Akarnya yang serabut menjaga kelembapan dan struktur tanah.
Beberapa spesies Alternanthera diketahui memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan tanin yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri.
Meski A. ficoidea belum banyak digunakan secara medis, secara tradisional tanaman dari genus ini kadang digunakan untuk:
Mengatasi luka ringan dengan menempelkan daun segar.
Mengurangi peradangan ringan.
⚠️ Catatan: Penggunaan krokot putih untuk pengobatan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak dikonsumsi tanpa saran ahli herbal.
Tanaman ini juga cocok ditanam dalam pot kecil atau terrarium, diletakkan di dalam ruangan dengan pencahayaan cukup.
Memberikan kesan alami dan menyegarkan pada interior ruangan.